Senin, 09 Januari 2012

Ya sudahlah..

Sedih, kecewa, marah, dan malu bercampur aduk dalam hati. Semua perjuangan yang dilakukan terasa sia-sia ketika aku mengetahui sebuah fakta yang sangat tidak menyenangkan. Fakta yang akhirnya membuatku hanya bisa menghela nafas, kemudian menitikkan air mata.

Sejak awal memulai perkuliahan, aku sudah memiliki firasat tidak menyenangkan mengenai mata kuliah ini. Di pertemuan awal, semangatku menggebu menghadapi kelas mata kuliah ini. Dalam hati, aku bertekad untuk bisa menembus nilai B. Namun, waktu menjawab. Jawabannya pun ternyata tidak seperti yang aku harapkan.

Waktu perkuliahan berjalan dari hari ke hari, minggu ke minggu, sampai akhirnya bulan ke bulan. UTS terlewati dan ternyata nilai yang aku dapatkan sangat jauh dari dugaan. Aku merasa mampu untuk mengerjakannya. Merasa bisa untuk paling tidak menembus nilai minimal, yaitu angka 5,5. Sedih sekali mengetahui kenyataan nilai UTS ku terjun bebas. Ya, sangat bebas!

Sejak mengetahui nilai ku yang hancur di UTS, aku pun semakin malas untuk belajar sampai UAS. Namun, aku berusaha sebisa mungkin untuk menyemangati diriku sendiri. Ku tanamkan motivasi dengan mengingat kedua orang tua ku. Pelan namun pasti, semangat itu mulai muncul.

UAS pun tiba. Mati-matian aku mempersiapkan diri untuk mata kuliah ini. Aku tidak mau TIDAK LULUS! Sedih dan malu rasanya. Membuat ku selangkah tertinggal dari teman-teman. Akhirnya, hari yang ditunggu tiba juga. Dengan penuh doa aku berusaha mengerjakan soal UAS. Aku merasa cukup percaya diri. Berharap aku lulus. Tidak masalah walaupun hanya di nilai C.

Dan..
Pengumuman itu pun tiba. Hari ini, dari mulut ke mulut tersiar kabar bahwa nilai sudah muncul di rainbow (sebutan untuk sistem akademik online di kampus). Tidak begitu bagus memang nilai di semester ini. 1 nilai C+, sisanya B, dan 1 nilai D.
NILAI D!!!! Aku merasa tidak percaya dengan nilai itu! Astaga! Itu berarti aku tidak lulus.. Aku harus mengulang mata kuliah tersebut.

Lemas rasanya diriku. Tidak ada lagi semangat. Aku rasanya mau pulang dan berharap bahwa kejadian hari ini hanyalah mimpi. Ku cubit tangan dan pipi ku, ternyata, ini nyata! Oke, mau tak mau, suka tak suka, harus aku terima kenyataan yang pahit ini. Tunggu, bukan hanya pahit, tapi sangat pahit!

Aku pun menuliskan "bukan hasil yang baik di semester ini" di status Facebook ku. Satu orang teman memberi komentar "tapi, itu yang terbaik untukNya". Lalu, pelatih paduan suara gereja ku juga memberi komentar yang intinya sama, yaitu yang terbaik untukNya kadang memang tidak baik untuk ku. Namun, semua akan indah pada waktunya. Kakak sepupu ku juga memberi komentar "kadang kuda harus dipecut dulu baru bisa berjalan kencang. Anggaplah hal ini sebagai pecutan untuk kamu." 


Senang rasanya membaca tiga komentar itu. Aku pun mencoba untuk tetap semangat. Mencoba untuk kembali ceria meskipun aku sadar di semester ini, nilai ku terjun bebas. hhhhh~
Aku pun mulai berpikir, aku menangis sejadi-jadinya sampai nangis darah pun, nilai tidak akan berubah! Tidak akan! Satu-satu nya cara adalah tidak mengulangi hal tersebut di semester depan.

Ya, aku sadar aku mengecewakan kedua orang tua ku. Aku pun masih menyadari bahwa tidak lulus nya aku mata kuliah ini akan membuat ku selangkah di belakang dari teman-teman lain. Namun, aku tidak mau terus-terusan meratapi nasib. Sama seperti sebuah lirik lagu :
" buat apa susah? buat apa susah? susah itu tak ada gunanya.."

Kamis, 22 Desember 2011

Menembus Angka 21

22 Desember 1990
Kedua sejoli ini mengikat hubungan mereka di dalam pernikahan. Janji suci yang diucapkan menjadi pengikat mereka untuk tetap menjadi satu sampai maut yang memisahkan. Menemani di kala suka maupun duka, sehat maupun sakit, dan kaya maupun miskin. Di hadapan Pendeta, kedua orang tua, dan jemaat yang hadir, pasangan yang menjadi ratu dan raja sehari ini telah resmi dinyatakan menjadi suami dan istri. Sebuah Alkitab menjadi hadiah bagi pasangan baru ini. Alkitab yang akan menjadi penuntun bagi mereka mengarungi bahtera rumah tangga.

Hari berganti hari, sampai tahun berganti tahun, pasangan suami istri ini menjalani kehidupan mereka. Pada tahun 1991, mereka dianugerahi seorang bayi perempuan. Anugerah dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Memiliki anak merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Kini, kehidupan mereka tidak hanya berdua, namun bertiga. Saling membantu untuk mengurus, mendidik, dan memperhatikan si kecil. Lelah dan repot memang, namun, jika mengingat kebahagiaan mereka menjadi orang tua, semua itu tidak ada apa-apanya.

Tuhan pun masih mempercayakan pasangan suami istri ini untuk dititipkan seorang anak lagi. Tahun 1993, seorang bayi laki-laki lahir melalui proses persalinan normal. Lengkap rasanya kebahagiaan pasangan suami istri ini, dianugerahi anak perempuan dan laki-laki. Pas sepasang.


================

Kini, 21 tahun sudah mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Tepat di tanggal 22 Desember 2011, bersamaan pula dengan Hari Ibu. Berbagai suka dan duka sudah dilewati. Melihat kedua anak mereka tumbuh dewasa merupakan suatu hal luar biasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bagi sang Istri, bisa menjalani perannya dengan baik sebagai seorang istri dan ibu merupakan suatu kepuasan yang tak ternilai harganya. Hal yang sama juga tentunya dirasakan sang Suami.

=============================================================

Ya, mereka adalah kedua orang tuaku. Ibuku, Indah Titakristina dan ayahku, Setyo Noegroho. 21 Tahun bukanlah waktu yang cepat, namun tidak juga lama. Di hari ini, tepat 22 Desember 2011, doa pun dipanjatkan. Tentunya aku dan adikku sebagai anak berharap Ibu dan Bapak bisa menjadi orang tua yang baik serta menjadi pasangan suami istri yang harmonis. Sama seperti janji mereka 21 tahun yang lalu
".. Sampai maut yang memisahkan.." 
Besar keinginanku Ibu dan Bapak bisa menyaksikan kami, aku dan adikku, di wisuda sarjana. Tak hanya itu, kami juga ingin Ibu dan Bapak ada untuk memberikan restu dan hadir di pernikahan kami kelak. Kami ingin Ibu dan Bapak bisa melihat, menggendong, dan menghabiskan masa tua nya bersama cucu-cucu mereka. Ya, aku dan adikku selalu memohon kesehatan dan panjang umur bagi mereka.

Bersyukur untuk hari ini.. Bersyukur untuk kedua orang tua yang Tuhan berikan untuk menjaga aku dan adikku.. Bersyukur untuk kasih Ibu yang tak pernah mengharap imbalan dan cinta Ayah yang selalu nyata.. Tuhan, aku bersyukur, Ibu dan Bapak bisa menembus angka 21 untuk pernikahan mereka.. :)

Minggu, 20 November 2011

Hari Ini, Gue Dapet Jawabannya!!

Akhirnya doa gue terjawab.
Penantian selama kurang lebih setahun membuahkan hasil.
Bukan hasil yang menyenangkan alias happy ending kayak yang ada di fairytale, yang gue sering denger dari jaman gue TK sampai SMP. Bahkan, sekarang, gue jadi hapal jalan cerita dari hampir semua fairytale itu.

Sad ending.
Itu sih yang pas menurut gue.
Lagi dan lagi,gue merasakan yang nama nya kepahitan cinta (cieee elah.. dramatis!)
By the way, itu sakit banget rasanya.

Well..
Jawaban itu gue dapatkan hari ini.
Yap, tepat hari ini.
Ketika semua yang gue harapkan bisa terwujud,  justru semua berbalik jadi petaka.
Ketika semua persiapan diri sudah gue lakukan, gue justru merasa jadi manusia paling bodoh di dunia, HARI INI!

Gue sebenarnya bete harus bilang ini berkali-kali.
Tapi, lagi-lagi, gue berharap waktu gak pernah mempertemukan gue dan lo, men!!
Perasaan sayang gue ke lo emang ga seluas samudera pasifik, tapi, gue punya rasa sayang ke lo.
Dan, sedihnya, lo gak menghargai itu.

Oke, lo bales sms gue dengan kalimat yang cukup membuat gue melayang sampai ke langit ketujuh.
Lo juga merespon baik saat gue mau curhat sama lo, lewat sms ataupun telepon.
Gue makin berharap, men!
Dan gue menggalau setiap sms gue gak dibales sama lo atau dibales tapi sangat singkat!
Itu menyakitkan.

Gue berharap. Berharap. Berharap. Sampai akhirnya gue terus bawa dalam doa.
Gue berdoa supaya kalo emang lo bukan yang terbaik buat gue, lo bisa hilang dari pikiran gue.
Ternyata, gue makin sering mikirin lo, justru.
Hhhhhh~
Gue jadi makin bingung sama yang namanya cinta..

Well, kejadian apa sih yang akhirnya membuat gue merasa bahwa jawaban dari doa gue terhadap lo terjawab?
Sikap lo, men!
Lo bersikap seolah-olah gue TEMAN BIASA lo.
Lo manggil gue dengan sebutan "lu-gue".
Ehem.. yang kita sama-sama tahu (bahkan beberapa temen gue juga baca sms lo ke gue dan gue ke lo), kita lebih sering komunikasi dengan panggilan "aku-kamu".

Gue gak mau ambil pusing.
Lo mau pake "lu-gue", gue ladenin.
Mau pake "aku-kamu", sah-sah aja.
Tapi, gak cuma soal panggilan lho..
Lo cuek abis sama gue.
Di depan temen-temen lo, lo anggep gue apa, hah?!!?
Gue merasakan sikap lo yang beda saat gue sama lo bukan lagi sama temen kita masing-masing.
Sikap yang berbeda, sikap yang bikin hati gue adem, yang gue rasain saat gue dan lo lagi ada sama orang tua kita. Meeeeeen, lo beda banget!!!!

Gue pun mulai menggalau.
Itu membosankan! Mem-BETE-kan (apaaa sih..?!!)! and totally drives me crazy!
Akhirnya, secara gak sengaja gue curhat sama temen gue. Temen dari kecil. Seorang cowo.
Dia pendengar yang baik, menurut gue.
Akhirnya, dia memberi tanggapan. Cuma 1 kalimat
"SEKARANG, GANTIAN! LO YANG CUEKIN DIA. LIAT RESPON DIA. KALO DIA BIASA-BIASA AJA, YA RESIKO. BERANI JATUH CINTA BERARTI SIAP SAKIT HATI. "
Gue speechless. Soalnya, selama ini, kalo gue curhat, saran yg gue dapet cuma seputar "yaudah, sabar aja", "mungkin cuma perasaan lo aja", atau yang paling ngeselin "tetep semangat ya.."
WOI! gue bukan lagi tanding yang perlu teriakan semangat!
Gue lagi galau, bete, sedih, dan semua kawan-kawannya lah.
Dan gue butuh tempat untuk numpahin semua nya.

Saat gue coba meyakinkan temen gue itu kalo dia bisa sangat perhatian sama gue dan sebagainya, lagi-lagi, dengan santai dia jawab
"LO NYA SIH NGAREPIN TERUS! LO MESTI MAJU, CUY! BUAT APA BERHARAP KALO JUSTRU NYIKSA LO SENDIRI?!!?"
jleb!
Itu nusuk banget lho.
Dan emang bener sih, sepertinya gue mesti maju! Gak boleh diam di tempat.
Maju untuk lupain dia. Buka hati dan perasaan gue buat seseorang yang bisa terima gue apa adanya.
Bener juga kata sohib gue.
Beruntung, Tuhan membuat gue bisa temenan sama dia. Temen dari kecil, malahan.

Nah, sekarang..
Setelah gue membuang air mata gue selama kira-kira 30 menit.
Setelah gue juga melamun di sepanjang perjalanan pulang, untung aja gue selamat sentosa sampe rumah.
Gue udah memutuskan bahwa gue harus MOVE ON!!!!

Rasa lelah gue terus-terusan ngarep sama dia bikin gue tersiksa.
Secara batin dan juga fisik.
Gue jadi suka nangis, dan hal itu gak baik, menurut gue.

Oke, sekarang buat seseorang-yang-aku-maksud-di-tulisan-ini ,
gue terima kasih lo udah sempet ngasih warna di hidup gue.
merah, biru, kuning, jingga, dan sebagainya, sampai warna hitam pernah lo torehkan di hidup gue.
gue bukan untuk lo, lo juga bukan untuk gue.
gue gak mau siksa diri dan hidup gue sendiri.
Pasti susah buat lupain lo.
But, I'll always try!

Semoga, keputusan gue ini benar.
Berkati aku, Tuhan..

regards,
aku 
(yang patah hatinya)

Selasa, 15 November 2011

KAMU

Mengagumi mu mungkin menjadi satu hal yang tak pernah kusangka sebelumnya.
Aku mengenal mu tanpa disengaja. Pertemuan kita dirancang olehNya.
DIA yang pada akhirnya membuat aku dan kamu menjadi teman. 


Kamu bukanlah seorang lelaki yang setiap hari menggunakan mobil mahal untuk bepergian.
Bukan juga sosok yang memiliki wajah setara dengan aktor di Hollywood.
Pakaian yang kamu kenakan sehari-hari juga bukan pakaian mahal rancangan desainer ternama.


Lalu, apa yang membuat ku mengagumi mu?


Jawabannya hanya satu : kesederhanaan mu.
Pembawaan mu yang selalu hangat dan santai menyihir mata dan hatiku. 
Lalu.. Sikap mu yang dewasa dan bijaksana semakin membuat ku merasa semakin bersyukur bisa mengenalmu.


Kamu..
Aku mengagumi mu.
Tapi, kamu adalah mimpi di siang bolong ku.

Ya, mimpi di siang bolong. Bagaikan seseorang yang hanya bisa bermimpi dan berandai-andai, itulah aku.
Kamu terlalu sulit untuk diraih.
Terlalu rumit untuk dipahami.
Kamu misteri yang belum aku pecahkan. Kekasih yang tak pernah kumiliki.

Meratapi kesedihan ku, bukanlah jalan terbaik.
Bukan juga hal yang harus aku lakukan.
MOVE ON!
Itu yang harus aku lakukan.


MOVE ON memiliki arti banyak. Setidaknya, ada dua arti yang menurut ku pas untuk menggambarkan perasaan ku saat ini.
Pilihan pertama ; aku terus berusaha memahami mu. Membuat mu menyayangi ku sama seperti yang aku lakukan padamu.
Atau..
Pilihan kedua ; melupakan mu. Sederhana. Namun, aku yakin itu tidak mudah.


Ah, aku dilema. Dan aku benci akan hal itu.
Aku berada di pilihan sulit. Sangat sulit dan perlu pertimbangan yang matang.
Namun, aku sadar, aku harus tetap memilih.


Aku belum menentukan pilihan.
Akan terus maju atau justru mundur?
Entahlah!


KAMU..
Aku akan terus mengagumi mu.
Mesikpun kamu hanya mimpi di siang bolong bagi ku.
Misteri paling sulit yang aku ketahui.
Lebih sulit dari kalkulus, statistik, dan aljabar.


Aku ingin kamu tahu.
Aku diam, bukan berarti aku tidak peduli.
Aku disini mengagumi mu. Kamu sosok yang menghiasi hatiku.
Meskipun, lagi-lagi, kamu hanyalah mimpi di siang bolong bagi ku..



Senin, 03 Oktober 2011

Toleran

Judul yang singkat. hanya 1 kata : TOLERAN.

Kenapa aku mengambil kata tersebut sebagai judul tulisan ini?
Jawabannya hanya 1 : aku berusaha untuk menjadi seseorang yang toleran. Meskipun rasanya aku ingin sekali mengeluarkan semua uneg-uneg di hati dan pikiran ku.

Sebuah pembicaraan kecil yang akhirnya menjadi perdebatan sengit antara aku dan Bapak.
Aku merasa hal tersebut tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tidak ada yang perlu di debat. Aku mencoba tegas, dengan sedikit menaikkan nada bicara ku. Namun, yang terjadi justru Bapak semakin tinggi nada bicaranya. Aku hanya bisa diam. Diam karena aku tidak ingin melawan Bapak.

Begini awal ceritanya..

Malam ini (3 Oktober 2011)
Aku sedang asyik melihat-lihat info yang ada di Kaskus. Sedang asyik-asyik nya bermain komputer dan internet di kamar, tiba-tiba Bapak datang dan duduk di belakang ku. Mengajak adik ku, yang saat itu juga sedang asyik bermain laptop di tempat tidur, berbincang-bincang masalah SIM (surat ijin mengemudi).
Melihat aku asyik di depan komputer, Bapak bertanya
"Mbak (begitu panggilan akrab ku di rumah), jerawatmu kok makin banyak aja sih?"
Aku hanya menjawab dengan simple, tanpa menengok ke arah Bapak,
" Iya. Ini kan lagi dalam proses obat. Kmaren gak disuntik, Pak."
" Lho.. ntar ketergantungan obat gimana? Kalo misalnya berobat itu yang pinter sedikit Dokter kan harusnya tau gimana mesti ngasih obat, ngasih tindakan. Kamu dijadiin kelinci percobaan itu. Lagian juga, kurang olah raga sih kamu. Tidur aja kerjaannya."
Kemudian, Bapak melanjutkan omongannya dengan menceritakan berbagai hal tentang teman nya yang bekerja sebagai dokter. Cerita yang Bapak sampaikan, menurutku Bapak memandang negatif dokter jerawat yang sedang menangani ku sekarang. Meskipun akhirnya, beliau mengatakan
"Ya, bukannya Bapak negatif thinking ya.."
Tetap saja, aku merasa seperti itu. Aku benar-benar gak suka ketika Bapak menceritakan soal dokter hanya memberikan pelayanan sempurna pada mereka yang berduit. Jadi, karena aku dari golongan ekonomi menengah ke bawah, dokter memperlakukan aku seenaknya. Semua cerita Bapak,selalu ada embel-embel "kata Pak (....) sih.."

Aku kesal. Kesal ku makin memuncak dan akhirnya aku balikkan badan, lalu menatap Bapakku sambil berkata
" Trus aku mesti gimana? Pindah dokter. Trus, habis pindah, jerawat nya banyak, pindah lagi. Pindah-pindah aja terus." 
Aku ucapkan dengan nada tinggi. Nada emosi yang memang sudah aku tahan sejak Bapak menceritakan berbagai hal yang SAMA SEKALI TIDAK PENTING menurut aku.

Untuk apa menceritakan soal dokter yang hanya melayani pasien yang berduit?
Aku yang sedang dalam masa berobat ini, butuh semangat dari keluarga. Terutama Ibu dan Bapakku. Tapi, yang terjadi justru Bapak membuat ku merasa pesimis aku akan sembuh.

Mendengar aku berbicara dengan nada kesal, Bapak kembali membalasnya
" Mau sampai kapan berobat? Udah 2 bulan hasil nya gitu-gitu aja kan? Kamu pikir uangnya gak ngalir terus?" 

Lalu, masih dengan emosi, aku pun membalas
" Ini juga kan obatnya mulai dikurangin pak. Dari yang biasanya 15 hari, mulai dimundurin jadi 10 hari. Kemarin gak disuntik karena dokternya bilang pake salep bisa."

Bapak justru semakin emosi dan menceritakan pengalaman teman-temannya yang pernah berobat di rumah sakit golongan atas. Rasanya aku ingin membalas cerita itu dengan kalimat " Itu sama sekali gak nyambung, Pak! Buat apa nyeritain masalah kayak gitu? Bukannya ngasih support supaya aku optimis sembuh, malah bikin aku jadi pesimis! Kalo emang smeua dokter kayak gitu, ngapain dulu adek disuruh jadi dokter!"

Aku mencoba diam. Menocba TOLERAN. Yang menjadi lawan bicara dan debat ku sekarang adalah Bapak ku sendiri. Bapak kandung ku. Aku tidak ingin menjadi anak durhaka karena melawan Bapak. Tapi, aku juga bosan diam. Diam memendam perasaan, pikiran, dan semua yang ingin aku keluarkan.

Jujur.. aku tidak suka marah. Aku tidak suka saling adu omongan yang menjatuhkan. Tapi, aku terlalu takut untuk mengeluarkan semuanya. Aku mencoba mengalah. Mengalah karena aku tidak ingin ada keributan. Aku mencoba toleran terhadap siapa yang menjadi lawan bicara ku. Mencoba menghormati Bapak. Meskipun akhirnya, aku harus memendam semua. Me-repress sedalam mungkin semua nya. Akhirnya.. Ketika aku punya waktu untuk mengeluarkan semua nya, aku hanya bisa menangis. Kata-kata berubah menjadi air mata.

**** 
Di tengah-tengah situasi yang "memanas", aku memejamkan mata. 
Memohon kekuatan padaNya. Memohon ampun jika aku salah. Sayangnya, suara adikku membuyarkan pikiran ku.
 "Olah raga lo makanya. Duit kan ngalir terus tuh buat obat lo. Ketergantungan obat lo ntar."

Astaga!!!!
Aku semakin merasa emosi dan kali ini aku ingin membalas kata-kata adikku dengan sebuah pukulan. Tangan ku rasanya gatal ingin memukul. Tapi, lagi-lagi. Aku mencoba untuk diam dan toleran terhadap sikap adikku yang kesannya mencari muka di depan Bapak.

Setelah itu, Bapak pun keluar dari kamar ku. Aku hanya diam. Aku pejamkan mata sambil berdoa. Aku ingin menangis rasanya. Tapi, aku tidak boleh menangis! Terlalu frontal. Aku tidak mau menjadi manusia cengeng!!!!

TUHAN..
Kalau memang aku yang salah, maafkan aku.
Engkau tahu siapa yang benar dan salah.
Aku hanya mohon, berikan petunjuk, agar aku tidak salah mengambil tindakan.
Berikan aku kesabaran dan kekuatan, Tuhan.
Biarlah sikap ku yang mencoba toleran ini merupakan tindakan yang benar.
AMIN
 
 

Rabu, 21 September 2011

Menu Sarapan Favorit

Sarapan itu penting!
bener kan?
dan memang, tanpa sarapan, seseorang, siapapun itu, akan sulit menjalankan aktivitas nya. Why?
Jawabannya satu.. karena kurangnya energi dan tenaga.

Nah, di tulisan gue kali ini, gue mau kasih beberapa menu favorit sarapan gue, keluarga gue, dan temen-temen gue.. Well, let's check it out..

FAVORIT #1
yap.. jelas kenal dong makanan apa yang disamping ini? (kalo gak tau, kebangeeeeetan.. -,- hihihi)
makanan yang satu ini emang sering banget jadi menu sarapan favorit banyak orang, termasuk gue. porsi nya sedang, gak bikin eneg, dan cukup mengenyangkan perut gue sampai makan siang.

tukang bubur ayam tersebar dimana-mana. dari mulai pinggir jalan sampai restoran mewah, bubur ayam gampang banget dicari. buat gue, gak lengkap makan bubur ayam tanpa kerupuk hehehe. kriuk kriuk gimaanaaaa gitu.. well, selain kerupuk sebagai pelengkap,ada juga sate usus atau telor dan juga emping, cakwe, terus telor rebus yang biasanya disediakan penjual sebagai pelengkap makan bubur ayam. heeemm.. jangan lupa sambelnya. gak lengkap makan tanpa sambel. hehehe.

FAVORIT #2
nah.. liat kedua makanan di bawah ini..? hayooooo tebak.. apa namanya..?
yang jawab nasi uduk, bener banget hehehe. Nah.. menu yang satu ini juga jadi menu favorit dan menu andalan gue, maupun orang lain mungkin yang gak sempet masak buat sarapan. jaman gue SMP, harga 2rb perak bisa dapet seporsi nasi uduk pake telor dadar di iris-iris, orek tempe, semur kentang atau tahu, bihun, dan kerupuk. tapi.. sekarang, di masa gue udah kuliah, harga nasi uduk paling murah 5rb rupiah. itu pun porsi nya kecil dan masih agak kurang buat gue. hehehe.

isi dari nasi uduk sendiri macem-macem. ada nasi uduk yang terlihat lebih modern, biasanya ada ayam goreng kremes, kerupuk udang, telur balado, bihun, tahu atau tempe goreng, dan lalapan. tapi.. ada juga nih nasi uduk yang masih tradisional. yang biasanya isi dari nasi uduk ini lebih sederhana. nasi uduk, bihun, orek tempe, kerupuk merah. nah, pelengkap lainnya di nasi uduk yang sering gue lihat adalah semur jengkol (huaaayooo ngaku sapa yang suka semur jengkol..? :p), perkedel kentang, bakwan jagung, ikan lele, sambel goreng ati, telur balado, semur kentang atau tahu, sambel kacang buat pedes-pedes, dan masih banyaaaaak lagi.. Oh iya, kerupuk di nasi uduk macem-macem juga lho.. selera lo yang mana? kalo gue, kerupuk udang lebih enak.. hehehe.

FAVORIT #3
jreng jreng jreng..
ini dia menu favorit ke-3 versi Sarah Rezivvon Tinayo..
heeeemmm..
pasti kenal dong sama gambar ini..
NASI GORENG!!!!
pasti smua suka dong..? ada yang ga suka nasi goreng..? hehehe.

well.. menu yang satu ini sering banget jadi menu sarapan yang praktis dan juga bergizi buat gue dan banyak orang. gak sempet sarapan di rumah, bisa juga dibawa jadi bekal ke kantor, kampus, atau sekolah.

pelengkap dari nasi gorengnya sendiri macem-macem. mama gue, kalo bikin nasi goreng selalu bikin 2 jenis. yang gak pedes sama sekali dan yang pedesnya maknyooos.. maklum lah, di rumah, gue dan mama adalah penggemar makanan pedas, sedangkan papa dan adek gue agak kurang suka sama pedas. jadi, ya dibikin 2 jenis..

eh tadi kan ngomongin pelengkap ya?? hehhe.. jadi ngelantur gini..
okeee.. pelengkap nya nasi uduk itu bisa macem-macem lho..
dari yang sederhana dulu deh.. biasanya satu porsi nasi goreng dikasih telur mata sapi atau telur dadar yang di iris-iris, timun, dan tomat.
itu versi sederhana nya. kalau yang mau bener-bener lengkap? wah, gampang aja. nasi di goreng sama sosis, kacang polong, baso, daun bawang, cabe rawit (kalau mau pedes), jagung, dan lainnya. nah, biar lengkap sekaligus terlihat cantik, tambahin juga telur (balado, dadar, ceplok), ayam goreng, nugget, timun, tomat, tempe goreng, sambel saos, dan kerupuk pastinya.

gak butuh waktu lama bikin nasi goreng. sekarang pun, banyak bumbu instan buat masak nasi goreng. so, simple kan?? tinggal siapin nasi sama kecap aja. pelengkap atau bahan-bahan yang ada di kulkas, bisa dipake  semua lho. hehehe.

FAVORIT #4
bisa dibilang, tradisi sarapan ini diadaptasi dari menu orang barat untuk sarapan. pasti gak aneh dong kalo di negara kita, ada kalimat, "kalau belum makan nasi, belum makan namanya". hehehe.
Tapi, ada juga masyarakat kita yang kurang suka atau agak susah mencerna nasi buat sarapan. alasan lainnya, bisa aja karena sedang diet, jadi sarapan yang ringan saja.

roti dan susu.
biasanya, gue pun sering sarapan pake roti dan susu.
ya buat selingan aja. bosen juga kan sarapan nasi atau bubur terus. hehehe.
selain itu, roti dan susu juga membantu gue dalam program diet yang pernah gue lakukan. bukan diet pake dokter atau ahli gizi, tapi gue melakukan diet dengan cara mengatur pola makan dan olah raga pastinya.

mau beli dan roti..?
waduuuh.. yang jual banyaaak banget.. kayak jamur aja yang tersebar dimana-mana. kalian bisa beli di minimarket, supermarket, atau mungkin di kantin sekolah atau kampus. susu dan roti juga memiliki harga yang variatif pastinya.

nah, selera orang kan beda-beda, termasuk dalam memilih roti. ada orang yang suka roti kasur yang gak ada isinya, cuma manis aja. ada juga orang yang cintaaaa banget sama roti tawar dikasih selai buah-buahan, kacang, atau coklat. gue peribadi lebih suka roti isi coklat atau keju, gak usah yang ribet-ribet deh. hehehe. eh, tapi, ada juga lho orang yang suka roti isi daging, semacam sandwich gitu deh. yang lain nih, ada orang yang suka makan roti tawar + mentega + meses, salah satunya adek gue. hehehe. roti bakar? seru juga jadi menu sarapan. hihihi.

FAVORIT #5
Well..
Menu favorit ke-5 ini sebenarnya bukan menu yang biasa gue makan. tapi,gue suka lihat orang sarapan dengan menu-menu ini. buat gue pribadi, asik juga kayaknya nyarap pake menu ini, tapi tetep aja gue merasa ribet untuk bikinnya. apalagi kalau gue ada jadwal kuliah pagi. wow! buat mandi aja mesti secepat kilat. hehehe..
nah, apa aja menu sarapan di urutan 5..? here we go..

#5.1 OMELET




Kenal dong sama menu diatas??
kalo kalian menebak gambar diatas "telur dadar", hemm.. gak salah juga sebenarnya. tapi, yang lebih tepat omelet. gue menyebutnya, telur dadar modifikasi :D
well.. menu yang satu ini emang bukan menu lazim di masyarakat kita. biasanya kita temuin menu ini di restoran-restoran kelas atas. gue pun jarang banget nyarap pake omelet. I don't have time to cook in the morning.. hehehe. selain itu, makanan ini juga kurang akrab di lidah orang rumah gue. gue pertama kali makan omelet pas kelas 2 SMP. saat itu, gue ke Bandung pagi-pagi buta buat jemput mama yang lagi ada acara gereja disana. gue berangkat pagi-pagi buta, karena jam 10 mama dan rombongan sudah harus check out. so, jam 4 pagi, gue, papa, dan adek udah on the way to Bandung.. (yey)

sampai disana, kita disuruh sarapan dulu.. asyiiik! kebetulan banget, kita juga belom sarapan. nah, agak asing buat gue dengan menu sarapan yang disediakan. semua serba western dan akhirnya gue memilih omelet dan secangkir susu coklat panas.

Isi dari omelet juga macem-macem pastinya. saat itu, yang gue makan adalah omelet keju. jadi, bener-bener keju isinya. meskipun, ada juga potongan sosis kecil-kecil. hehehe. enak sih, tapi, agak ribet buat bikinnya. dan, buat gue, porsinya kurang mengenyangkan. hihihi


#5.2 PANCAKE
Selera and tergoda ketika melihat gambar ini..?
sama.. hehehe.
well..
Pancake atau panekuk dalam bahasa INDONESIA emang jarang jadi menu sarapan masyarakat kita. tapi, cukup banyak juga masyarakat kita yang memilih pancake sebagai menu sarapan mereka. entah untuk membuang rasa bosan terhadap menu sarapan yang itu-itu saja, atau mungkin terbiasa dengan sarapan western..?
who knows..

well, pancake banyak macamnya setau gue. dari mulai pancake yang seperti gambar disamping, pancake yang dikasih topping ice cream, dikasih madu, dan lainnya..
seumur-umur sih, gue belum pernah sarapan pancake. hehehe. tapi, sepertinya gue akan mencoba. tentunya, saat gue libur, jadi gue bisa beraksi di dapur dengan membuat pancake sesuai selera gue.. :)






#5.3 KOPI
Kopi emang bukan makanan. Tapi, sering lho minuman yang satu ini jadi alternatif sarapan buat banyak orang. darimulai kopi instan yang bisa dibeli di supermarket sampai yang ada di restoran. Banyak juga restoran 24 hours yang menyediakan kopi di pagi hari. McD, Dunkin Donuts, dan lainnya. Biasanya, pelengkap minum kopi adalah kue-kue, roti, atau donat. Praktis, mungkin alasan beberapa orang untuk memilih kopi + roti / donat / kue-kue untuk sarapan. Bisa juga nih, orang sarapan kopi supaya gak ngantuk hehehe. gue bangeeet itu.. :p

WELL..
Trima kasih lhooo sudah mau mampir..
Ini hanya beberapa menu sarapan yang jadi favorit gue dan yang memang sering gue makan.
Kalau ada saran, kritik, dan tambahan, boleh lhoooo di-share..
Tunggu tulisan selanjutnya ya..

Kamis, 01 September 2011

Malem Jumat bukan Malem Horor

Malem Jumat..
Yap!
Identik sama sesuatu yang menyeramkan, horror, penuh hawa mistis, dan sebagainya.

Bahkan ada yang bilang, Malem Jumat (apalagi kalo Malem Jumat Kliwon0, banyak setan pada bermunculan. Pada keluar dari kuburnya. (hiiii..)

Nah, percaya ato engga sama mitos itu, semua terserah pada Anda.. :)
Karena, memang setiap orang berhak berpendapat.. 

Tapi, yang terjadi sama gue di Malem Jumat ini, tepatnya tanggal 1 September 2011 adalah sebuah sukacita.. (yey!) Gue merasa full of joy, mungkin sampe kebawa mimpi.. ( okeeey.. itu lebay.. :p)

Nah, apasih yang bikin gue bahagia bangeeet..?
Simple kok!
Gue bisa ketemu orang tua nya Yohannes.. :)
Dan of course, gue juga sempet ngobrol sama Yohannes..
Meskipun gak terlalu lama, at least, gue bisa main ke rumah nya, yang oke gue sebenarnya udah lama menantikan momen itu..

Beberapa minggu yang lalu, Yohannes main ke rumah. Ya selain main, ketemu juga sama orang tua gue.. Senangnya.. :) Dan, hari ini, tanpa ngaish tau dia, gue main ke rumahnya.. 
Lucu banget liat dia yang selama ini kalo ketemu gue tampil rapi.. Eh! Tadi ketemu dia lagi nyantai, pake clana pendek sama kaos.. 

Well, tampilan dia yg kayak gitu malah bikin gue makin sayang sama dia.. (hihi.. cieee :p)
Nah, orang tua nya juga kaget karna gak ngabarin.. Gue sih emang niat ga ngabarin.. Pengen tau aja keadaan mereka kalo lagi santai gimana.. hehehe. 

KERIPIK SUKUN
Sampe rumahnya skitar jam 8 malem. Ngobrol sambil ngemil selama sekitar 1 jam-an.. Trus, gue disediain susu ultra segala! Astaga! Baru kali ini gue main ke rumah orang dikasih minum susu ultra.. hahaha. Dan gak cuma itu.. 
Disediain juga kolang-kaling yg rasanya manis bangeeeeeeet! ( gue sampe pengen nangis saking manisnya tuh kolang-kaling). Berat dan penuh perjuangan, pelan-pelan gue habiskan tuh kolang-kaling.. hehehe. Ngemil nya pake keripik.. Bukan kripik singkong ato keripik pisang, tapi, keripik sukun! Tau gak..? Nih gue kasih liat deh gambarnya..




Well..
Menyadari kalo waktu udah makin malem.. Akhirnya, jam 9.15 gue pamit pulang..
Pamit ke Mama dan Papa nya.. 
Trus, dia nitip salam juga buat orang tua gue..
Semoga aja, gue sama dia bakal terus berhubungan baik..
#septemberwish 
YOHANNES