Sabtu, 30 Juli 2011

Happy Blast Birthday Yo.. :D

30 July 1986..
There was born a baby-boy named Yohannes Agatha Engel.
Yohannes Agatha Engel

All I know is, he grow up in a little but happy family. His Mom and Dad love him so much and I know they'll always in Yohannes side in every single situation.


A day by day.. Yohannes, who always called "Yo", learn many things. He learn how to walk. Learn how to say something, how to eat with spoon and drink from a glass, and he learn how to brush his teeth. A day by day, week by week, month by month, and year by year, Yohannes has learn many things. He change from a cute-lovely baby-boy into a healthy and smart little boy.


When he finally come to elementary school, he slow but sure, learn how to read, write, and count. He start to make a friend. One, two, theree, and so on.. He has many friend, start from when he's at elementary school. 


Passing elementary school, he decide to continue his study into junior High School. Then, after 3 year finish his study with the white-blue uniform, he enroll to Negeri 3 Senior High School, Tangerang. High-school is never end, that's what I'm thinking. Maybe, Yohannes, or I usually call him "Yo", have the same opinion with me about high school. 


Finally, at 2005, he decide to enroll at the university. Atma Jaya Catholic University of Indonesia, Jakarta is his choice. Faculty of Enginnering, majoring in Electronical Engineering, is his identity at the college. Well, I don't know exactly about his track record of his score. One thing I know is, he's not just spend his day at campus with books, or just having fun and love to hang out at mall. He's busy with many activity. Organization activity. pretty cool, huh?? :)


YEY!!! "ST" is now at the back of your name.. :)
At 2010..
This is the year of his graduation. He has wait it for so long. His parents always pray for him, obviously. And finally, he use that "Toga". In Jakarta Convention Centre, his name has been change, now, "Yohannes, Agatha Engel, ST." That's him!  Proud of you, Yo.. :) 


Well..
He's kinda good poem writer.. :) his poem always touching, even it's just about Love and Love. It doesn't matter.. And I don't know it's true or not.. Yohannes is a huge fans of Bruno Mars.. Is that, right, Yo..?? :D


That's all thing that I know about him.




TODAY..
30 JULY 2011..
His lovely day has come. It's his birthday..
He is 25th years-old now..


And I wanna say..

I'm sorry if you don't like it.. It's like a kindergarden kid draw.. hahaha


Little bit different and some kinda show off (hahaha..) I also wanna say in France..

I try to use France language.. but, hahaha.. 


Well.. finally..
Yohannes and I live in Indonesia.. So,....


All the best for you, Yohannes..
I wish that you will always healthy, happy, and of course success in your career..
and.. don't be worried about your "musuh cantik".. If God says, she's for you, she will come to you.. Just wait for His miracle.. :)


At last but not least..
GOD BLESS YOU abudantly..




best regard,


IVONE :)

Senin, 25 Juli 2011

Monday.. aaaaaaaaaaaarghhhh!!!

Well..
Baca judulnya, mungkin banyak yang mengira gue adalah orang yang sebal atau bahkan benci dengan hari Senin. " I hate Monday" atau "Monday is Mon(ster)day", kalimat itu yang sering gue liat atau gue baca di twitter account gue.

Sebenarnya, ini bukan 100% tentang kekesalan gue terhadap hari Senin yang akan selalu datang setelah hari Minggu dan harus gue hadapi sebelum ke hari Selasa. Ini aja cerita atau tulisan soal kekesalan gue terhadap hari ini! Senin, 25 Juli 2011. Totally HECTIC day!

Pertama, gue hampir aja telat (bahkan sebenarnya udah telat dari jadwal) untuk ketemu Pembimbing Akademik buat konsultasi KRS. Jam 06.00 gue udah on the way! Tapi, keadaan lalu lintas Tangerang-Jakarta emang ga bisa ditebak. Gue pikir, 45 menit atau 1 jam perjalanan cukup. Ternyata, 2 setengah jam perjalanan belum juga gue sampe! Panik gak gue?? Di jalan, gue udah ketar-ketir! Bis yang akan menghantar gue sampai jembatan benhil juga cukup lelet menurut gue. Dan akhirnya, samapi di jembatan Benhil, gue lari sekencang mungkin buat sampai ke Sekretariat Fakultas. Oh iya, pasti pada tanya, kenapa bisa gue telat banget kayak gitu, kan? Jawabannya : karena (denger-denger dari kenek bis) ada kecelakaan truk yang membawa solar. So, solarnya tumpah dan bikin lalu lintas terhambat.Sangat terhambat!

Oke. Cukup untuk kekesalan gue yang pertama. Pada akhirnya, gue bisa ketemu PA (pembimbing akademik gue) dan ya, semua urusan KRS beres. Setelah itu, gue urus yang lain-lainnya. Sekalian, biar gak bolak-balik.. hehehe.

Lanjut! Kekesalan gue yang kedua adalah setibanya di rumah. Gue kaget karena bokap tiba-tiba aja bilang ada kerusakan sama salah satu mesin di pabrik. So, bokap gue mau gak mau, suka ga suka, harus turun tangan buat ikut benerin mesin itu. Karena, itu menjadi salah satu tanggung jawab dia. Saat bokap lagi dalam keadaan ribet kayak gitu, jatohnya semua kena imbas. Dia mau buru-buru dan kalau ada yang menghalangi, wah! lebih baik menghindar.. Jangan diajak ngomong, apalagi minta duit! Bisa berabe..

Kekesalan yang terakhir, itu karena hujan! Oke mungkin gue gak bisa sepenuhnya menhyalahkan hujan. Tapi, ya dengan cuaca yang lagi hujan deres, semua kacau! Bokap gue ngasih kabar via telepon kalau beliau harus menginap di pabrik untuk menunggu mesin. Jadi, beliau minta tolong untuk dihantarkan makanan. Tapi.. Disini lah kekacauan nya. Hujan deres di rumah gue, dan di daerah pabrik bokap juga. Kebetulan adek gue lagi pake motor buat ke rumah temennya. Gue sama nyokab yang ada di rumah nunggu adek gue pulang. Karena hujan yang sangat deras, adek gue akhirnya memutuskan untuk neduh. Sayangnya, dia ga ngaish kabar sama sekali. Tiba-tiba bokap tekpon ke rumah. Marah-marah! Dia marah karena makanannya gak dianter-anter. Akhirnya, dengan bersikap tenang, nyokab coba jelasin. Finally, meskipu n akhirnya bokap bilang "ya udah!", gue tetap berasumsi kalau beliau pasti "gondok" banget. Gak sampai 5 menit setelah gagang telepon di tutup, adek gue dateng. Basah kuyup. Entah apa pembicaraan antara nyokab sama adek gue, akhirnya, gue diminta buat telepon bokap kalau adek gue akan menghantar makanan ke pabrik. Gue masih agak bertanya-tanya sebenarnya, masih hujan lho, masa iya adek gue mau hujan-hujan nganter. Akhirnya, gue tanya dan adek gue cuma bilang, "iya gue anter. tanggung."

Oke. Itu kekesalan gue yang alami di hari ini. Kelihatan sepele mungkin ya? Tapi, ya tetep aja. Gue merasa kacau. Teriak-teriak, muka bete, dan yang pasti bad mood parah! Semua itu dirasain seluruh anggota keluarga gue hari ini.

Kamis, 07 Juli 2011

SEMESTER 2 terlewati :)

Sesuai judulnya, tulisan gue kali ini memang menceritakan soal semester 2 yang puji Tuhan berhasil gue lewati. Nilai yang gue dapet mungkin gak sebanding dengan teman-teman gue yang punya kemampuan akademis secara supeeeerr.. Tapi, gue cukup merasa bahagia..

Dari awal semester, gue udah berniat untuk ikut lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun 2011. ya, gue masih mengejar mimpi gue untuk menjadi bagian dari keluarga besar jaket kuning alias mahasiswa/mahasiswi Universitas Indonesia.
Tapi, gue gak mau sombong dan merasa kalau gue bakal lolos snmptn.. Tahun lalu gue udah gagal dan gue akui ada rasa takut juga kalau harus gagal lagi tahun ini. Jadi, gue tetap konsentrasi sama kuliah gue di semester 2 ini. Semua tugas gue kerjain, entah dapet nilai bagus atau enggak, gue kerjakan semaksimal mungkin.

Menjelang uts dan setelah melewatinya, gue merasa semester 2 gue kacau. Bahkan, gue sempet berpikir, gue gak bakal lulus semua mata kuliah di semester 2 ini. Saking gue stress mikirin itu,gue sampai nangis, hehehe. Tapi, untungnya gue punya keluarga dan teman-teman yang selalu ngasih gue semangat dan dorongan untuk terus maju dan gak nyerah sama keadaan.

Nilai uts dibagikan, puji Tuhan, nilai minimal yang gue dapet dari semua mata kuliah itu C. "masih lulus" pikir gue dalam hati. Tapi, itu mepet banget sama nilai D yang artinya gue gak bakal lulus. Sekuat tenaga gue coba kejar. 2 mata kuliah yang asli gue takut dan pesimis gak bakal lulus, yaitu Metode Penelitian 2 dan Statistik 2, buat gue makin stress mikirin kuliah. Di tambah lagi gue lagi ikut persiapan konser unit kegiatan mahasiswa Paduan Suara universitas.  Jadilah gue makin sering pulang malem, langsung kerjain tugas,dan sering juga begadang. 20 SKS yang gue ambil harus LULUS semua, itu tekad gue!

Dari uts ke uas, gue punya waktu sekitar 1 bulan untuk memperbaiki semuanya. Belum terlambat, pikir gue dalam hati. Metode Penelitian yang dari awal semester 2 sampai uas itu tugas kelompok, gue kerjain bareng-bareng sama kelompok gue. Ups! Bukan bareng-bareng deng! Tapi, BERDUA!
Berdua? Kok bisa?
nanti aja gue ceritain.. hehee

Oke.. selanjutnya, statistik 2.. Agak takut juga sama mata kuliah ini. Soalnya, gue emang lemah di hitung-hitungan. Tapi, untungnya nilai uts gue gak terlalu buruk (buat gue sih..). Gue kerjain semua rangkuman dari tiap chapter. Kalau mau kuis, gue coba persiapin diri dengan baca-baca rangkuman sama kitab Statistik, yaitu buku Gravetter. hehehe. Ternyata, hasil yang gue dapet lumayan memuaskan.. :)

Meskipun ada 2 mata kuliah yang dapet nilai C, gue tetap bersyukur.. :)
TERIMA KASIH, TUHAN..
semester 2 ini aku bisa lulus semua..

Senin, 23 Mei 2011

dicuekin itu gak asik..

D     I     C    U     E     K     I     N?

apa yang terlintas di pikiran mu ketika mendengar kata itu?
apa kamu pernah merasakan hal itu disaat kamu membutuhkan sebuah perhatian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitar mu?
apa yang kamu lakukan saat kamu merasakan hal itu?


well, mungkin tulisan ini mencerminkan apa yang sedang aku rasakan sekarang.
hal yang bener-bener gak enak banget disaat aku (mungkin juga kita) merasa tidak memiliki kesalahan apapun tapi dicuekin..
oke.. mungkin dan bahkan seringkali itu hanya perasaan kita aja. tapi, gimana kalau misalnya kita emang benar-benar dicuekin?

sediiiiih kan?

nah, biasanya sih au suka sibuk aja dengan laptop atau handphone ku sendiri. nah, meskipun sebenarnya aku ngerasa gondok juga karena dicuekin, tapi itu salah satu cara terhandal yang ampuh untuk menghabiskan waktu biar gak terlalu merasa dicuekin.

terus, mana yang paling bete? dicuekin pacar, gebetan, sahabat, atau orang tua?
buat aku, SEMUA nya bikin bete!

well, aku sendiri juga gak tahu sih apakah sifat melow dan sensitif ini ada hubungan nya sama tes kepribadian yang pernah aku lakukan? hasilnya : melancholic! padahal sebenarnya aku gak terlalu melankolis juga lho.. it's just a little part of my personality..

oke, aku nulis ini karena aku lagi dicuekin! dicuekin sama sahabat sendiri..
yang biasanya aku akrab, ngobrol rame-rame, dan sampe bergokil ria, sekarang ini (Senin, 23 Mei 2011) aku lagi dicuekin seribu bahasa.

satu hal : AKU BETE!

Sabtu, 23 April 2011

cerita harian : haruskah seperti ini?

Fans.
1 kata yang bermakna besar bagi sosok public figure. Tanpa fans, para public figure ini tiada artinya. Tak jarang, untuk semakin menambah angka fans-nya, para artis tak jarang membuat berbagai acara semacam meet and greet atau ucapan syukur ulang tahun bersama para fans yang biasanya tergabung dalam sebuah fans club.

Bagi saya secara pribadi, menjadi seorang fans memang terkdang butuh perjuangan untuk bisa menemui artis yang diinginkan. Terlebih lagi jika sosok yang menjadi idola kita adalah sosok public figure yang padat jadwal. Bukan hal yang aneh jika melihat banyak pria berbadan atletis menjadi bodyguard untuk keamanan dan kenyamanan si artis.

Namun, saya merasa tertarik dengan para fans dari salah satu klub sepakbola di Indonesia. Tertarik disini bukan berarti saya ingin menjadi seperti mereka. Namun, saya merasa ingin tahu lebih dalam, apa yang membuat mereka bisa bertindak seperti itu.

Gambaran seperti inilah yang menarik perhatian saya. Selepas pertandingan usai, biasanya para fans yang menamai diri mereka Jakmania ini turun ke jalan untuk BM alias berentiin mobil. 

Jujur, saya miris melihat keadaan seperti ini. Beberapa kali saya melihat secara langsung ketika pulang kuliah dan melintasi jalur di sepanjang jalan menuju lampu merah Slipi. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak dengan kisaran usia sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. 
Saya pun bertanya-tanya "apakah orang tua mereka mengijinkan?" "apakah mereka memikirkan keselamatan dari diri mereka sendiri?" Dua dari banyaknya pertanyaan di benak saya yang ingin sekali rasanya di suatu kesempatan saya bisa mewawancarai mereka yang bangga dengan aksi turun jalan menggunakan kostum oranye ini. Saya ingin tahu, apa motivasi mereka sampai rela pulang malam, teriak-teriak, dan yang paling miris adalah melakukan aksi "brentiin mobil".

Sedikit sharing..
Suatu hari, saya pulang kuliah jam 6 sore. Lalu, saya langsung naik bis nomor 77 arah Tangerang. Saat itu saya bersama teman saya. Di tengah jalan, tepatnya setelah menaiki jembatan Semanggi, segerombolan remaja dan anak-anak memasuki bis yang saya gunakan. Mereka dengan gerakan "gak nyantai" masuk ke bis dan saling berteriak memperingatkan anggota lain untuk masuk juga. Saat itu yang ada dalam benak saya hanyalah jangan sampai mereka melakukan tindakan anarkis seperti memalak. Saya dan teman saya hanya diam. Saya peluk tas ransel dan tas laptop saya dengan erat. Handphone pun saya taroh di saku celana dan saya tutupi dengan sapu tangan. Pandangan saya alihkan ke supir dan 2 orang kenek bis yang ada di pintu depan dan belakang bis kota ini. Mereka hanya diam seribu bahasa. Bahkan saya sempat mendengar slaah seorang remaja yang saya pikir dia adalah "leader" mengatakan "woi, bang! jangan jalan terus! berenti! temen-temen gue belom naik". Dalam hati saya ingin rasanya menampar pipi remaja laki-laki itu yang saya lihat usianya juga masih belia, kira-kira kelas 2 SMU.

Tanpa pikir panjang, pak supir pun melaju dengan kencang dan memasuki jalanan tol. Saya pun semakin tidak percaya dengan hal yang saya lihat. Mereka yang juga berkostum oranye, melompati pagar yang menjadi pembatas antara jalanan biasa dengan jalan tol. Mereka memanjat, lompat, dan dengan berani berusaha memberhentikan bis atau truk yang melintas. Apa mereka sudah kehilangan akal sehatnya? Bagaimana kalau mereka sampai celaka? Toh keluarga mereka juga kan yang pada akhirnya repot.


Hal lain yang menarik perhatian saya adalah saat itu mereka yang berada di dalam bis dan yang diluar bis saling mengejek. Padahal, mereka menggunakan warna kostum yang sama. Artinya, mereka mendukung tim yang sama. Namun, mengapa mereka saling melontarkan kata-kata kasar yang buat saya, hal itu tidak pantas diucapkan oleh anak-anak seusia mereka. 
Ada satu slogan yang beberapa kali saya dengar dan saya lihat di kaos mereka, yaitu 'Lo Asik Gue Santai. Lo Usik Gue Bantai". Wow! Apakah ini sebuah slogan yang menjadi bentuk "kegarangan"  agar orang-orang tidak sembarangan dengan mereka? 

Kembali pada pengalaman saya. Setelah melewati jalan tol dan akhirnya keluar di pintu tol keluar arah Slipi Jaya, semua Jakmania yang berada di bis yang sama dengan saya akhirnya turun. Sang pemimpin yang turun duluan mengintruksi kan teman-teman nya untuk turun juga. Mereka kemudian berteriak "makasih bang! kita bukan orang tangerang". Heemm.. baiklah. Setidaknya mereka tahu terima kasih. Yang pasti, mereka naik bis ini dengan gratis dan saya agak heran dengan si pemimpin yang mengatakan "woi! kita numpang! jangan ada yg duduk! gue juga gak duduk"

Meskipun begitu, saya tetap merasa bahwa terkadang mereka (tidak hanya Jakmania) yang menjadi fans fanatik dari tim sepakbola Indonesia perlu mendapat perhatian khusus. Saya pun sudah melihat aparat polisi yang bersiaga di sekitar lokasi pertandingan. Namun, bukan hal itu yang menjadi pokoknya. Perlu adanya perhatian khusus. 

Saya menulis seperti ini bukan berarti saya menganggap bahwa Jakmania atau fans-fans sepakbola di Indonesia itu buruk. Saya hanya ingin menyoroti mereka yang menjadi pelaku anarkis. Saat tim kalah, mereka justru semakin liar dengan aksinya. Apakah harus seperti itu?  Tidakkah mereka malu dengan kaos atau kostum yang mereka gunakan? Kalau mereka tidak ingin fans club mereka dianggap negatif, ya jangan melakukan aksi yang merugikan banyak orang dan diri sendiri. Sama seperti tawuran antar pelajar, misalnya pelajar SMU. Mereka menggunakan seragam yang ada identitas sekolahnya di lengan baju sebelah kanan. Hal ini tentu akan mebuat nama sekolah tersebut tercoreng, bukan? 


Mana yang anda suka?
fans yang bertindak anarkis dengan alasan "mereka sangat mencintai idola nya dan tidak rela kalau idolanya kalah"                                                  
atau

fans yang bisa menerima kekalahan idola nya dan memiliki korrdinasi yang baik antar anggota fans club?