Rabu, 10 Agustus 2011

Haruskah Aku Senang Bisa Mengenal Mereka?

3 orang sahabat yang saling mengenal satu sama lain karena kecintaan nya pada dunia tarik suara dan tergabung dalam sebuah vokal grup mahasiswa se-Jabodetabek. Mereka adalah Paskal, Kinta, dan Brenda. Selain memiliki minat dan tergabung dalam sebuah komunitas yang sama, mereka juga menimba ilmu di universitas yang sama. Tak jarang, mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama-sama. Hampir 2 tahun sudah mereka menjadi sahabat yang saling menopang saat ada yang jatuh, gembira ketika ada yang merasa bahagia, dan ikut merasakan sakit ketika salah satu dari mereka mengalami musibah.

Kebersamaan yang begitu erat, membuat Brenda pada akhirnya merasa jatuh cinta pada Paskal. Bagi Brenda, Paskal bukan hanya seorang mahasiswa Fakultas Hukum yang memiliki tubuh ideal, wajah tampan dengan kulit berwarna sawo matang, suara bass yang membuat Brenda serasa diatas awan saat mendengarnya, dan lesung pipi yang terlihat indah ketika ia melihat Paskal tersenyum. Namun, bagi Brenda, Paskal adalah sosok laki-laki yang ia impikan selama ini untuk menjadi kekasihnya. Sifatnya yang penyayang, ramah, bertanggung jawab, dan bijaksana membuat Brenda merasa nyaman ketika Paskal di dekatnya, mengajaknya berbicara, ataupun saling melontarkan lelucon di waktu senggang.

Lain halnya dengan Brenda yang lebih pemalu dan tertutup, Kinta justru dikenal karena sifatnya yang sangat periang, suara yang agak sedikit cempreng, dan tubuh mungil yang lincah kesana-kemari. Wajahnya yang bulat ditambah dengan kulitnya yang putih serta rambut sebahu hitam pekat, membuat Kinta tidak sulit untuk memikat mata laki-laki di sekitarnya. Lain halnya dengan Brenda yang justru jarang sekali mendapatkan perhatian khusus dari laki-laki yang baru dikenalnya. Hal inilah yang terkadang membuat Brenda sedikit merasa iri dengan Kinta. Namun, Brenda tidak pernah membenci Kinta. Ia justru menganggap Kinta sebagai adik dan tentu saja sahabat karibnya.

Suatu hari, saat istirahat dalam sebuah gladiresik untuk acara konser tahunan, Kinta mengajak Brenda keluar dari auditorium, mengajaknya duduk di bangku taman yang ada di belakang auditorium dan Kinta mulai berbincang-bincang.
Kinta : Nda, hemm.. gue mau cerita deh sama lo. 
Brenda : Cerita apaan? cerita aja lagi.. 
Kinta : Tapi, lo mesti janji jaga rahasia ini ya..  
Brenda : Iya.. apaan sih..? (tanya Brenda heran sambil meminum air putih dari botol minumnya) 
Kinta : Oke.. lo udah janji nih.. Gue gak mau rahasia ini bocor ke anak-anak lain. Soalnya, lo    sangat amat kenal sama orang yang bakal gue ceritain. 
Brenda : Hemm.. sapa sih..? makin bikin penasaran aja deh lo.. hehehe 
Kinta : Tentang Kak Paskal. (sambil tersenyum) 
Brenda : Kak Paskal..? Kenapa dia..? 
Kinta : Iyaaa.. Hemm.. Dia, dia.. Dia bilang dia suka sama gue, Nda.. (katanya sambil menutupi wajahnya dengan tangan, memberi isyarat ia bahagia namun tersipu malu) 
Brenda : (kaget namun berusaha tenang) Ooh.. Oke.. Kapan dia bilangnya? 
Kinta : Iya.. Jadi gini ceritanya.. Gue ceritain yaa..

=========================================================================
2 minggu yang lalu..
Selama perjalanan menuju Jakarta dari Jogja, Kinta mengatakan bahwa ia melakukan kontak dengan Paskal melalui BBM. Awalnya, Paskal hanya bercerita soal latihan Vocal Grup yang dalam minggu ini diadakan setiap hari untuk persiapan konser tahunan, sekaligus perayaan ulang tahun kelompok ini yang ke-10. Namun, dikarenakan ada urusan keluarga, Kinta meminta ijin selama 4 hari tidak mengikuti latihan. Selama 4 hari berada di Jogja, ia selalu melakukan kontak dengan Paskal. Dari cerita biasa seputar latihan, mereka saling bercerita soal kegiatan lain mereka, dan akhirnya pertanyaan-pertanyaan yang menyiratkan perhatian mulai saling mereka lemparkan.
" Kamu udah makan? "
" Emangnya kamu gak capek seharian ada di nikahan sepupu? "
" Yaudah, kamu tidur ya Kinta. Ini kan udah malem.. Besok pagi kamu mesti bangun jam 5 buat di make-up.. Jaga kesehatan ya Kinta.. Kakak disini doain kamu kok :)"

Kira-kira seperti itulah gambaran pesan yang dikirimkan Paskal untuk Kinta. Sampai akhirnya... Sebuah pesan yang cukup mengagetkan Kinta muncul saat ia dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan kereta. Pesan melalui BBM yang disampaikan oleh Paskal. Begini isinya :
" Kintaaaa.. Kamu baik2 aja kan? Maaf tadi, aku ketiduran.. Well, boleh aku meluk kamu nanti saat kamu duah sampai Jakarta?? Lusa kamu latian kan? Besok kamu isitirahat aja dulu.." 
Bingung ingin menjawab apa, Kinta akhirnya memutuskan untuk tidak membalas pesan yang ia terima dari Paskal. Ia butuh waktu untuk menyerap kata-kata yang baru saja ia baca. Ia juga butuh waktu untuk mencari jawaban yang tepat. Akhirnya, setelah 10 menit terdiam, Kinta menjawab :
" Hehehe.. Baik-baik aja kak.. Aku latian kok lusa.. Besok juga udah latian kok.. hehhe. Meluk aku..? Knapa kak..? Tanda persahabatan, kah? "
Tak lama berselang, Paskal membalas :
" Bsok kamu latian?? Asiik.. Jadi semangat aku.. :) Well, bukan persahabatan. Tapi, sebagai tanda kasih sayang.. Btw, besok aku jemput kamu latian ya.. Jam 4 sore aku ke rumah kamu, oke..?" 
" eh?? Tanda kasih sayang apa nih maksudnya kak? Oh boleh boleh.. Sekalian jemput Brenda aja kak.. Kan searah.. :) " 
" Ya.. karna aku sayang kamu.. Hahaha. Jadi malu aku.. Yaudah, habis jemput kamu, kita bareng-bareng jemput Brenda ya.."

Seperti itulah percakapan antara Kinta dan Paskal yang pada akhirnya membuat mereka lebih dekat (dekat bukan hanya sebagai sahabat ). Kinta sendiri tidak memberi isyarat lampu merah terhadap perhatian dan sikap Paskal.

Hari-hari berlalu. Persiapan konser pun semakin matang. Kali ini, Kinta berangkat untuk latihan tidak naik bis seperti biasa. Tetapi, dengan rasa bahagia bercampur gugup, ia pergi bersama Paskal - sosok lelaki yang saat ini memperhatikannya sepenuh hati-. Sekali, dua kali, Kinta pergi dan pulang bersama Paskal. Namun, pada akhirnya...........


(bersambung..)

Senin, 08 Agustus 2011

Kumpulan Note dari Yohannes

Well..
Seperti yang pernah gue cerita sebelumnya di blog ini http://ceritaharian-sarahachilles.blogspot.com/2011/07/happy-blast-birthday-yo-d.html

Yohannes Agatha Engel.. Panggil aja "YO" deh ya, biar lebih akrab dan terkesan santai.. :)
He's a kind of good poem writer..
Gak percaya..??


Check this out.. 

Tak ada yang bisa
sabar sepertimu
Menghadapi aku
yang sibuk terlalu
Kau mampu menunggu
Di saat yang lain
pun pergi dariku
Kau sanggup bertahan
Di saat yang lain
berhenti berjalan
Bodohnya diriku
yang tak bisa peka
Ku yang tak memahami perasaanmu
Maafkanlah aku
yang tak pernah tahu
Kau mencintaiku sedalam samud'ra
Tak ada yang bisa sepertimu
Menyentuh lembut hasrat hatiku
                    YYAE-3 Agustus 2011
Dipersembahkan untuk semua orang yang pernah meninggalkan orang yang dia cintai hanya untuk berpaling dan mendua. Setelah dia berkelana, menempuh banyak perjalanan cinta dan berhenti di banyak halte rindu. Tanpa dia sadari bahwa yang paling baik dan yang paling setia adalah orang yang pernah ditinggalkannya itu. Cintai seseorang dengan hati dan pikiranmu, buat dia merasa bangga telah memilikimu dan buat dia percaya bahwa hanya kamu yang paling bisa memahaminya. Karena penyesalan itu adalah sia-sia dan tak akan ada artinya.


Itu salah satu hasil karya Yo yang baru kemarin di-tag ke facebook gue..
Jujur, gue emang bukan orang yang pandai mendalami makna dari sebuah puisi. Tapi, menurut gue, kata-katanya bagus.. :) dan di Facebook, setiap kali tulisan dia di post, yang like jumlahnya selalu lebih dari 10 orang.. Bisa jadi suka tulisannya, atau suka sama penulisnya..? who knows.. :p


oke..
Kita coba baca puisi nya yang lain.. here we go..

Biar malam kan berganti
Dan rembulan tak selalu ada
Aku tak pernah pejamkan mata
Sebelum menunggu lelahku tiba
Kadang hidup tak berarti
Penyesalan adalah akhirnya
Serumit aku menulis di bara
Lelahnya menunggu harapku nyata
Tak kan ku menyerah dan berhenti
Ini waktu terbaik untuk ku lalui
Tak kan ragu ku melangkah lagi
Mantapkan visi dan bangun percaya diri
Aku kuat karna-Mu, Tuhan
Aku tangguh bersama-Mu
Semua yang kucinta kan tinggalkan aku
Yang tersisa dari hidupku nanti
Hanyalah baik dan buruk tentang diriku
Bertabur pujian dan caci maki
Tak kan ku menyerah dan berhenti
Ini waktu terhebat untuk ku arungi
Tak kan resahku membunuh lagi
Baitan misi dan rajut asa sendiri
Aku kuat karna-Mu, Tuhan
Aku tangguh bersama-Mu
-YAE-31 Juli 2011

See..??
Bagus kan..?
Mungkin gue secara pribadi gak bisa mendalami makna puisi itu. Tapi, gue suka kata-kata yang sering kali menyentuh batin gue saat membacanya. Dan waktu itu di tulisan gue sebelumnya, gue bilang kalo pusinya hanya seputar cinta dan cinta. Ternyata, cinta disini bukan hanya cinta antara cewek dan cowok, tapi, bisa juga cinta orang tua ke anak, cinta manusia ke Tuhan..

Satu lagi nih note nya Yo yang dia tulis sehari sebelum dia ulang tahun.. Sama-sama kita baca yuk.. :)
One Day Before Tomorrow. 
-Hanya Renungan-
Mungkin aku dapat merangkai kata-kata indah dan bersahaja untuk seseorang atau siapapun yang menjadi inspirasiku.
 
Tapi jujur, aku tak bisa menulis puisi untuk diriku sendiri. Bahkan di saat menjelang hari bahagiaku. Aku tidak tahu mengapa. Setiap aku hendak menulis sebuah kata, maka kata yang lain seperti tersedak di pikiranku. Ibarat air yang tak mau mengalir karna terhalang bebatuan.

Aku coba lagi merangkai kata demi kata. Yang ada makin kebuntuan yang aku rasa. Why? I don't know.
Kuhela nafas, dan berharap ada kata ajaib yang mampir di benakku untuk mengawali penulisan kata ini. But, 1 second, 2 second, third second, ten minutes, fivety minuts, one hour, and... Aku hanya diam, tak mampu menulis.
Sudah berapa lama aku mematung disini, sambil mendengarkan lagu Shania Twain, From This Moment, yang aku dengar saat Training Management Level sore tadi di Kantor. Lagu ini begitu menarik, aku langsung mencarinya saat pulang tadi.

Aku bahkan tidak punya inspirasi untuk diriku sendiri. Ada yang bilang dalam Puisi itu ada teorinya, ada yang bertanya padaku tentang majas dalam puisi. Ada yang bilang kata-kata dalam puisiku terlalu berulang, seperti bukan puisi. Mungkin dia dan mereka benar, puisi itu harus ada teorinya.
Buatku puisi itu bebas, tak terikat ruang dan waktu apalagi teori. Puisi itu lahir dari saat kau membuka mata dan sampai kau menutup mata. Dari saat kau menghela nafas sampai kau menghembuskannya. Dari saat kau temukan sebuah inspirasi, sebuah moment, sebuah kata ajaib untuk memulainya, dan sebuah rasa yang tulus untuk merangkainya.
 
Itu puisi buatku, tak butuh sejuta teori untuk melahirkan puisi. Aku hanya butuh sentuhan magic di jemariku yang mengalirkan sinyal membakar otakku dan seluruh tubuhku akan bergetar saat menulisnya, lalu lahirlah sebuah kata. Kata untuk memulai puisi yang akan ku tulis. Mungkin bagi banyak orang ini berlebihan, tapi buatku ini berkurangan, karna puisiku miskin teori, hanya kaya perasaan. Itulah mengapa aku tak pernah tahu berapa banyak puisi sudah kugubah, berapa juta kata telah kurakit, aku tak pernah hafal apa yang sudah ku tulis, bahkan aku bisa lupa bahwa aku pernah menulis puisi seindah ini, itu, dan yang lalu. Yang aku tahu, puisi itu lahir dan biarkan dia bebas sebagaimana dia tercipta. So, ketika ada yang mengakui tulisan puisiku adalah hasil karyanya, aku tak pernah peduli. Just smile dan forget it, aku masih bisa menulis lagi bukan habis disitu. 
Kali ini satu kata pun tak terlahir, aku butuh satu kata saja untuk memulai puisi ini...-JeremiahB1608CFO-


Well..
Itulah beberapa hasil karya Yo yang sebenarnya buanyaaaaak banget tulisan yang udah dia buat..


Dan gue sengaja membuat tulisan ini sebagai bentuk terima kasih gue karena hampir selalu mendapatkan tulisan dia di Facebook.. 


Satu pesan gue buat dia adalah : Keep Writing.. :)


MAAF mas, Saya Gak Punya Kembalian

Sore-sore..
Gue iseng buka Kaskus..
Trus, asik aja nongkrong di Lounge, baca-baca thread hasil karya Kaskuser..
Eh, nemuin tulisan ini..

Silahkan baca, baru di comment..


Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “Mau nonton apa saya malam ini?”, Mbah Sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi Mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika Mbah Sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf Mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”


======================================================================

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi Mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “Ikhlas. Insya Allah akan dapat gantinya.”

Waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakMu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Saat ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma Rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

==================================================================================

Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambaNya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.

Kesuksesan akan menyertai keikhlasan dan rasa syukur.
 

Courtesy Friendly Neighborhood,

Dwindy Stanza


Yap..
Mengharukan bukan..?
Jujur, gue tersentuh baca cerita yang dibuat oleh Dwindy Stanza 
Entah cerita ini fiktif atau nyata, yang pasti, nilai moral yang terkandung di dalamnya besar sekali..
Tidak pernah salah bagi kita untuk mau memberi dengan ikhlas..
Karena, cepat atau lambat, Tuhan akan membalas kebaikan kita..

:D


Sabtu, 30 Juli 2011

Happy Blast Birthday Yo.. :D

30 July 1986..
There was born a baby-boy named Yohannes Agatha Engel.
Yohannes Agatha Engel

All I know is, he grow up in a little but happy family. His Mom and Dad love him so much and I know they'll always in Yohannes side in every single situation.


A day by day.. Yohannes, who always called "Yo", learn many things. He learn how to walk. Learn how to say something, how to eat with spoon and drink from a glass, and he learn how to brush his teeth. A day by day, week by week, month by month, and year by year, Yohannes has learn many things. He change from a cute-lovely baby-boy into a healthy and smart little boy.


When he finally come to elementary school, he slow but sure, learn how to read, write, and count. He start to make a friend. One, two, theree, and so on.. He has many friend, start from when he's at elementary school. 


Passing elementary school, he decide to continue his study into junior High School. Then, after 3 year finish his study with the white-blue uniform, he enroll to Negeri 3 Senior High School, Tangerang. High-school is never end, that's what I'm thinking. Maybe, Yohannes, or I usually call him "Yo", have the same opinion with me about high school. 


Finally, at 2005, he decide to enroll at the university. Atma Jaya Catholic University of Indonesia, Jakarta is his choice. Faculty of Enginnering, majoring in Electronical Engineering, is his identity at the college. Well, I don't know exactly about his track record of his score. One thing I know is, he's not just spend his day at campus with books, or just having fun and love to hang out at mall. He's busy with many activity. Organization activity. pretty cool, huh?? :)


YEY!!! "ST" is now at the back of your name.. :)
At 2010..
This is the year of his graduation. He has wait it for so long. His parents always pray for him, obviously. And finally, he use that "Toga". In Jakarta Convention Centre, his name has been change, now, "Yohannes, Agatha Engel, ST." That's him!  Proud of you, Yo.. :) 


Well..
He's kinda good poem writer.. :) his poem always touching, even it's just about Love and Love. It doesn't matter.. And I don't know it's true or not.. Yohannes is a huge fans of Bruno Mars.. Is that, right, Yo..?? :D


That's all thing that I know about him.




TODAY..
30 JULY 2011..
His lovely day has come. It's his birthday..
He is 25th years-old now..


And I wanna say..

I'm sorry if you don't like it.. It's like a kindergarden kid draw.. hahaha


Little bit different and some kinda show off (hahaha..) I also wanna say in France..

I try to use France language.. but, hahaha.. 


Well.. finally..
Yohannes and I live in Indonesia.. So,....


All the best for you, Yohannes..
I wish that you will always healthy, happy, and of course success in your career..
and.. don't be worried about your "musuh cantik".. If God says, she's for you, she will come to you.. Just wait for His miracle.. :)


At last but not least..
GOD BLESS YOU abudantly..




best regard,


IVONE :)

Senin, 25 Juli 2011

Monday.. aaaaaaaaaaaarghhhh!!!

Well..
Baca judulnya, mungkin banyak yang mengira gue adalah orang yang sebal atau bahkan benci dengan hari Senin. " I hate Monday" atau "Monday is Mon(ster)day", kalimat itu yang sering gue liat atau gue baca di twitter account gue.

Sebenarnya, ini bukan 100% tentang kekesalan gue terhadap hari Senin yang akan selalu datang setelah hari Minggu dan harus gue hadapi sebelum ke hari Selasa. Ini aja cerita atau tulisan soal kekesalan gue terhadap hari ini! Senin, 25 Juli 2011. Totally HECTIC day!

Pertama, gue hampir aja telat (bahkan sebenarnya udah telat dari jadwal) untuk ketemu Pembimbing Akademik buat konsultasi KRS. Jam 06.00 gue udah on the way! Tapi, keadaan lalu lintas Tangerang-Jakarta emang ga bisa ditebak. Gue pikir, 45 menit atau 1 jam perjalanan cukup. Ternyata, 2 setengah jam perjalanan belum juga gue sampe! Panik gak gue?? Di jalan, gue udah ketar-ketir! Bis yang akan menghantar gue sampai jembatan benhil juga cukup lelet menurut gue. Dan akhirnya, samapi di jembatan Benhil, gue lari sekencang mungkin buat sampai ke Sekretariat Fakultas. Oh iya, pasti pada tanya, kenapa bisa gue telat banget kayak gitu, kan? Jawabannya : karena (denger-denger dari kenek bis) ada kecelakaan truk yang membawa solar. So, solarnya tumpah dan bikin lalu lintas terhambat.Sangat terhambat!

Oke. Cukup untuk kekesalan gue yang pertama. Pada akhirnya, gue bisa ketemu PA (pembimbing akademik gue) dan ya, semua urusan KRS beres. Setelah itu, gue urus yang lain-lainnya. Sekalian, biar gak bolak-balik.. hehehe.

Lanjut! Kekesalan gue yang kedua adalah setibanya di rumah. Gue kaget karena bokap tiba-tiba aja bilang ada kerusakan sama salah satu mesin di pabrik. So, bokap gue mau gak mau, suka ga suka, harus turun tangan buat ikut benerin mesin itu. Karena, itu menjadi salah satu tanggung jawab dia. Saat bokap lagi dalam keadaan ribet kayak gitu, jatohnya semua kena imbas. Dia mau buru-buru dan kalau ada yang menghalangi, wah! lebih baik menghindar.. Jangan diajak ngomong, apalagi minta duit! Bisa berabe..

Kekesalan yang terakhir, itu karena hujan! Oke mungkin gue gak bisa sepenuhnya menhyalahkan hujan. Tapi, ya dengan cuaca yang lagi hujan deres, semua kacau! Bokap gue ngasih kabar via telepon kalau beliau harus menginap di pabrik untuk menunggu mesin. Jadi, beliau minta tolong untuk dihantarkan makanan. Tapi.. Disini lah kekacauan nya. Hujan deres di rumah gue, dan di daerah pabrik bokap juga. Kebetulan adek gue lagi pake motor buat ke rumah temennya. Gue sama nyokab yang ada di rumah nunggu adek gue pulang. Karena hujan yang sangat deras, adek gue akhirnya memutuskan untuk neduh. Sayangnya, dia ga ngaish kabar sama sekali. Tiba-tiba bokap tekpon ke rumah. Marah-marah! Dia marah karena makanannya gak dianter-anter. Akhirnya, dengan bersikap tenang, nyokab coba jelasin. Finally, meskipu n akhirnya bokap bilang "ya udah!", gue tetap berasumsi kalau beliau pasti "gondok" banget. Gak sampai 5 menit setelah gagang telepon di tutup, adek gue dateng. Basah kuyup. Entah apa pembicaraan antara nyokab sama adek gue, akhirnya, gue diminta buat telepon bokap kalau adek gue akan menghantar makanan ke pabrik. Gue masih agak bertanya-tanya sebenarnya, masih hujan lho, masa iya adek gue mau hujan-hujan nganter. Akhirnya, gue tanya dan adek gue cuma bilang, "iya gue anter. tanggung."

Oke. Itu kekesalan gue yang alami di hari ini. Kelihatan sepele mungkin ya? Tapi, ya tetep aja. Gue merasa kacau. Teriak-teriak, muka bete, dan yang pasti bad mood parah! Semua itu dirasain seluruh anggota keluarga gue hari ini.

Kamis, 07 Juli 2011

SEMESTER 2 terlewati :)

Sesuai judulnya, tulisan gue kali ini memang menceritakan soal semester 2 yang puji Tuhan berhasil gue lewati. Nilai yang gue dapet mungkin gak sebanding dengan teman-teman gue yang punya kemampuan akademis secara supeeeerr.. Tapi, gue cukup merasa bahagia..

Dari awal semester, gue udah berniat untuk ikut lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun 2011. ya, gue masih mengejar mimpi gue untuk menjadi bagian dari keluarga besar jaket kuning alias mahasiswa/mahasiswi Universitas Indonesia.
Tapi, gue gak mau sombong dan merasa kalau gue bakal lolos snmptn.. Tahun lalu gue udah gagal dan gue akui ada rasa takut juga kalau harus gagal lagi tahun ini. Jadi, gue tetap konsentrasi sama kuliah gue di semester 2 ini. Semua tugas gue kerjain, entah dapet nilai bagus atau enggak, gue kerjakan semaksimal mungkin.

Menjelang uts dan setelah melewatinya, gue merasa semester 2 gue kacau. Bahkan, gue sempet berpikir, gue gak bakal lulus semua mata kuliah di semester 2 ini. Saking gue stress mikirin itu,gue sampai nangis, hehehe. Tapi, untungnya gue punya keluarga dan teman-teman yang selalu ngasih gue semangat dan dorongan untuk terus maju dan gak nyerah sama keadaan.

Nilai uts dibagikan, puji Tuhan, nilai minimal yang gue dapet dari semua mata kuliah itu C. "masih lulus" pikir gue dalam hati. Tapi, itu mepet banget sama nilai D yang artinya gue gak bakal lulus. Sekuat tenaga gue coba kejar. 2 mata kuliah yang asli gue takut dan pesimis gak bakal lulus, yaitu Metode Penelitian 2 dan Statistik 2, buat gue makin stress mikirin kuliah. Di tambah lagi gue lagi ikut persiapan konser unit kegiatan mahasiswa Paduan Suara universitas.  Jadilah gue makin sering pulang malem, langsung kerjain tugas,dan sering juga begadang. 20 SKS yang gue ambil harus LULUS semua, itu tekad gue!

Dari uts ke uas, gue punya waktu sekitar 1 bulan untuk memperbaiki semuanya. Belum terlambat, pikir gue dalam hati. Metode Penelitian yang dari awal semester 2 sampai uas itu tugas kelompok, gue kerjain bareng-bareng sama kelompok gue. Ups! Bukan bareng-bareng deng! Tapi, BERDUA!
Berdua? Kok bisa?
nanti aja gue ceritain.. hehee

Oke.. selanjutnya, statistik 2.. Agak takut juga sama mata kuliah ini. Soalnya, gue emang lemah di hitung-hitungan. Tapi, untungnya nilai uts gue gak terlalu buruk (buat gue sih..). Gue kerjain semua rangkuman dari tiap chapter. Kalau mau kuis, gue coba persiapin diri dengan baca-baca rangkuman sama kitab Statistik, yaitu buku Gravetter. hehehe. Ternyata, hasil yang gue dapet lumayan memuaskan.. :)

Meskipun ada 2 mata kuliah yang dapet nilai C, gue tetap bersyukur.. :)
TERIMA KASIH, TUHAN..
semester 2 ini aku bisa lulus semua..

Senin, 23 Mei 2011

dicuekin itu gak asik..

D     I     C    U     E     K     I     N?

apa yang terlintas di pikiran mu ketika mendengar kata itu?
apa kamu pernah merasakan hal itu disaat kamu membutuhkan sebuah perhatian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitar mu?
apa yang kamu lakukan saat kamu merasakan hal itu?


well, mungkin tulisan ini mencerminkan apa yang sedang aku rasakan sekarang.
hal yang bener-bener gak enak banget disaat aku (mungkin juga kita) merasa tidak memiliki kesalahan apapun tapi dicuekin..
oke.. mungkin dan bahkan seringkali itu hanya perasaan kita aja. tapi, gimana kalau misalnya kita emang benar-benar dicuekin?

sediiiiih kan?

nah, biasanya sih au suka sibuk aja dengan laptop atau handphone ku sendiri. nah, meskipun sebenarnya aku ngerasa gondok juga karena dicuekin, tapi itu salah satu cara terhandal yang ampuh untuk menghabiskan waktu biar gak terlalu merasa dicuekin.

terus, mana yang paling bete? dicuekin pacar, gebetan, sahabat, atau orang tua?
buat aku, SEMUA nya bikin bete!

well, aku sendiri juga gak tahu sih apakah sifat melow dan sensitif ini ada hubungan nya sama tes kepribadian yang pernah aku lakukan? hasilnya : melancholic! padahal sebenarnya aku gak terlalu melankolis juga lho.. it's just a little part of my personality..

oke, aku nulis ini karena aku lagi dicuekin! dicuekin sama sahabat sendiri..
yang biasanya aku akrab, ngobrol rame-rame, dan sampe bergokil ria, sekarang ini (Senin, 23 Mei 2011) aku lagi dicuekin seribu bahasa.

satu hal : AKU BETE!